Memahami dan Memanfaatkan Korelasi Antara 2 Pairs

Seperti yang kita ketahui, dalam forex trading kita memperdagangkan mata uang dalam pairs (pasangan). Harga antar satu pair dan pair yang lainnya, terutama pairsdengan komponen matauang yang sama, tentunya mempunyai korelasi (hubungan) yang relatif erat antara satu dengan yang lain. Contohnya: pair EUR/USD tentunya mempunyai hubungan dengan pair GBP/USD. Demikian juga  pair GBP/USD berhubungan dengan pair GBP/JPY.

Memahami korelasi (hubungan) antara 2 pairs dapat kita manfaatkan untuk beberapa hal, misalnya untuk mendukung analisis ataupun juga bisa menjadi alternatif kita untuk melakukan hedging terhadap satu posisi di suatu pair dengan menggunakan pair lain yang “bersaudara”.
Nilai korelasi secara umum berkisar antara -1 dan 1.
Korelasi -1 berarti keduapairs tersebut memiliki hubungan negatif sempurna. Artinya pair tersebut bergerak dengan arah yang selalu berlawanan. Apabila salah satunya naik, maka satunya akan turun.
Korelasi 1 berarti kedua pairs tersebut memiliki hubungan yang positif sempurna. Artinya pair tersebut bergerak dengan arah yang selalu sama. Apabila satu pair naik, pair yang lain juga akan naik. Korelasi positif tetapi kurang dari 1 berati kedua pairs cenderung (tergantung nilai korelasinya)bergerak ke arah yang sama, sedangkan korelasi negatif > -1 berarti bahwa kedua pairs cenderung (tergantung nilai korelasinya) bergerak dalam arah yang berlawanan.Banyak temen trader yang biasa melakukan trade di pairs yang memiliki korelasi yang kuat, baik itu korelasi positif maupun negatif. Hal ini sesungguhnya untuk mempermudah dalam melakukan pengamatan maupun analisis dan keputusanbuy/sell pada akhirnya. Pairs yang paling sering di trade-kan berbarengan adalah EUR/USD dan GBP/USD. 


Kedua pairs ini memiliki korelasi yang positif dan relatif tinggi. Kecenderungan apabila pair EUR/USD bergerak naik, maka pair GBP/USD juga bergerak naik.  Karena sifat korelasinya yang relatif tinggi ini, banyak trader yang memperdagangkan kedua pairs ini secara bersamaan. Umumnya mereka mengambil posisi yang sama di kedua pairs ini. Misalnya buy di EUR/USD dan buy di GBP/USD. Pair“bersaudara” yang mempunyai korelasi tinggi seperti ini bisa digunakan juga apabila kita ingin melakukan hedging, tetapi tidak di pair yang sama.Pemahaman korelasi antara dua pairs di jangka waktu yang berbeda juga bisa dijadikan patokan untuk pengambilan posisi Buy/Sell


Analoginya adalah sebagai berikut:  kecepatan lambat sebuah mobil karena suatu kemacetan lalu lintas di jalan bebas hambatan tidak selalu menunjukkan bahwa kecepatan rata-rata setiap mobil akan sama. Korelasi antar pair biasanya bersifat dinamis dan berubah setiap saat.Kita bisa mengamati korelasi beberapa hari terakhir dan membandingkannya dengan nilai korelasi dalam jangka panjang, katakanlah masa satu tahun. Jika nilai jangka pendek jauh berbeda dari nilai jangka panjang, mungkin itu berarti kesempatan untuk mengambil posisi.Katakanlah bahwa pasangan mata uang A dan B memiliki nilai korelasi 0,98 selama masa setahun. Ini berarti kedua pairs bergerak dalam arah yang sama, ketika pair A bergerak naik, pair B juga bergerak dengan kecepatan yang sama. Nah, jika kita melihat bahwa dalam satu bulan atau satu minggu ini nilai korelasi dari pasangan mata uang A dan B turun menjadi  0,10 yang berarti bergerak ke arah yang sama tetapi dengan kecepatan yang berbeda. Jadi apa yang kita lakukan? Lihatlah mana pair yang lambat dan lakukan buy.  


Gambarannya,  katakanlah dua mobil bergerak ke arah tujuan yang sama, satu bergerak pada 100 km / jam dan satu lagi di 10 mil / jam dan kita mengassumsikan bahwa pada akhirnya kedua mungkin  akan mencapai kecepatan (kecepatan serupa), maka kita akan “menaiki” mobil yang lebih lambat dan mengambil untung dari pergerakannya “mengejar” mobil yang sudah mendahului. Memang sih... melakukan trading dengan dasar dinamika korelasi dua pairs seperti di atas memang butuh ketelatenan tersendiri. Jika dilakukan secara manual, berarti kita mesti rajin meng-entry data harga pairs yang akan kita amati korelasinya. Yah, meskipun lumayan ribet, setidaknya bisa menjadi salah satu alternatif sebagai dasar pengambilan keputusan kita dalam ber-trading. 


sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Untuk mendapatkan rebate dari broker lain, silahkan lihat disini
perhatian: untuk akun rebate mingguan/bulanan yang sudah jarang melakukan trading, akan kami kembalikan ke default rebate harian. Jika masih ingin dikembalikan ke mingguan/bulanan diharapkan untuk konfirmasi ulang.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...